Showing posts with label Hama-Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Hama-Penyakit. Show all posts

Saturday, December 27, 2014

MEMBUAT PERANGKAP WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius Fabricius)

Walang sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius)merupakan hama yang menyerang tanaman padi setelah berbunga dengan menghisap bulir padi yang masih masak susu. Serangan walang sangit menyebabkan bulir menjadi hampa atau pengisiannya tidak sempurna. Potensi kehilangan hasil akibat walang sangit yang mencapai 50% menjadikan hama ini menjadi sangat penting untuk dikendalikan.

BUDIDAYA BAWANG MERAH (bagian 4)



3.8. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama penyakit yang menyerang tanaman bawang merah antara lain adalah ulat grayak Spodoptera, Trips, Bercak ungu Alternaria (Trotol); otomatis (Colletotrichum), busuk umbi Fusarium dan busuk putih Sclerotum, busuk daun Stemphylium dan virus.

Sunday, December 7, 2014

MENGENDALIKAN ULAT GRAYAK

Ulat Grayak (Spodoptera litura) merupakan hama penting pada tanaman kedelai. Hama yang bersifat polifag ini juga menyerang tanaman padi, jagung, kentang, kacang hijau, tembakau, kapas, bayam dan kubis. Kerusakan kedelai akibat hama ini sekitar 20-40%, sedangkan resiko kerusakan pada tanaman kubis berkisar 70%. Berdasarkan data BPS 1993, serangan ulat grayak di Indonesia mencapai 4.149 ha dengan intensitas serangan 17,80%.

Tuesday, December 2, 2014

MENGENDALIKAN HAMA WERENG COKLAT

Hama wereng saat ini telah menjadi hama utama yang menyerang tanaman padi. Kerugian petani akibat peledakan hama ini pun tidak sedikit. banyak pula petani yang harus gagal panen akibat peledakan populasi wereng.

MENGENDALIKAN PENYAKIT BLAS PADA TANAMAN PADI

Kelembaban yang tinggi akibat tingginya curah hujan akhir- akhir ini memang menjadi iklim yang cocok bagi perkembangan penyakit akibat jamur jenis Pyricularia grisea. Jamur yang menyerang daun dan batang padi ini bisa menurunkan hasil hingga 20%. Di daerah- daerah endemik penyakit blas, seperti sumut, Sumsel, Lampung, Jawa Barat, Bali, dan NTB. Resiko penurunan hasil akibat penyakit ini bahkan mencapai 50%.