Friday, October 24, 2014

Harapan Baru Mewujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia

 
MEMPRIHATINKAN. gambaran inilah yang saat ini menggambarkan kondisi pertanian di Indonesia. Negeri yang menyandang predikat agraris, yang memiliki keanekaragaman hayati yang mampu menopang pemenuhan kebutuhan pangan. Akan tetapi dari tahun ke tahun kian menggantungkan diri ke produk impor. Badan pusat statistik mencatat setidaknya dalam 10 tahun terakhir kebutuhan impor pangan indonesia melonjak 346% atau hampir empat kali lipat selama 2003-2013.

Laju pertumbuhan impor tersebut jauh melampaui laju pertumbuhan penduduk selama satu dekade. Pada 2003, jumlah penduduk Indonesia sekitar 214 juta. Di 2013, populasi Indonesia menjadi lebih dari 252 juta orang, tumbuh 18% jika dibandingkan dengan 2003.
 
Penyebabnya sangat jelas, alih fungsi lahan pertanian untuk kawasan industri dan perumahan yang semakin menjadi-jadi, serta banyaknya masyarakat yang beralih pekerjaan ke sektor lain. Selama 1 dekade terakhir Indonesia telah kehilangan setidaknya 5,07 juta keluarga petani. 
 
Kesejahteraan petani memang menjadi alasan utama mengapa para petani kita kurang bergairah lagi untuk menggeluti sektor pertanian. Resiko gagal panen yang tinggi, harga pupuk yang melonjak, serta harga komoditas yang anjlok ketika panen tiba sama sekali belum mendapat penanganan yang berarti dari pemerintah.
 
Keadaan seperti ini sungguh sangat merisaukan bahkan membahayakan ketahanan pangan nasional jika tidak ditangani dengan serius. Amanah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan tegas memberikan mandat kepada pemerintah agar menetapkan kebijakan impor pangan haruslah dijalankan dengan bijak agar tidak berdampak negatif terhadap usaha petani.
 
Pemerintah memang mempunyai kepentingan untuk menyediakan komoditas pangan yang tercukupi dan terjangkau bagi rakyatnya. akan tetapi hal itu janganlah menjadi alasan untuk membuka keran impor seluas-luasnya.
 
Petani juga butuh dukungan, pembinaan, subsidi agar hasil panen petani meningkat, dengan pengeluaran yang bisa ditekan. Dengan demikian kedaulatan pangan akan tercapai, dan harga jual produk pertanian pun bisa stabil. 
 
Kita semua berharap, Semoga Pemerintah yang baru ini bisa membuat kebijakan yang benar- benar pro terhadap petani.
 

No comments:

Post a Comment